SALATIGA - SMA
1 Salatiga bukan hanya gudangnya siswa cerdas yang memiliki prestasi di
bidang akademik. Beberapa siswa mampu berpretasi di bidang nonakademik,
seperti ditunjukkan Sidhytyas Putri Vedhayana, siswi kelas XI IPA.
Siswa yang sejak SD selalu rangking di kelas itu, merupakan atlet
pelajar. Dia berpretasi di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
(O2SN) mulai dari tingkat Kota Salatiga hingga tingkat nasional.
Di tingkat Kota Salatiga, dara yang disapa Sindi ini menyabet medali emas untuk cabang kumite perorangan karate kelas +53kg. Kemudian pada O2SN Tingkat Jateng yang berlangsung 9 - 12 Juni lalu, Sindi membuktikan berprestasi terbaik dengan meraih medali emas. Kemudian menjadi utusan Jateng di O2SN Tingkat Nasional pada 15 - 21 Juni di Jakarta.
Di ajang tersebut Sindi meraih medali perak dan mengakui keunggulan atlet tuan rumah. "Ini memacu saya untuk terus berprestasi," kata putra pasangan Eka Vedhayana dan Purwaningtyas yang tinggal di Desa Barukan Tengaran tersebut.
Belajar dan Berlatih
Lepas dari prestasi yang telah diraih, Sindi merupakan siswa yang masuk jajaran cerdas istimewa bakat istimewa (CIBI) di SMA 1. Terlebih jurusan yang dipilihnya adalah IPA yang notabene harus mendapat ekstra pelajaran lebih, baik di sekolah maupun di rumah. Waktunya harus dibagi dengan berlatih di perguruan Dojo Screuder Salatiga pimpinan Munginsidi.
"Saya harus membagi belajar dan berlatih bersama-sama, agar semuanya berprestasi. Dan saya bersyukur bisa melakukan keduanya dengan baik dengan bantuan guru dan pelatih," kata Sindi yang bercita-cita masuk Akademi Kepolisian.
Kepala SMA 1 Salatiga, Dra Wahyu Tri Astuti MPd mengungkapkan, program CIBI yang diterapkan merupakan bukti bahwa sekolah mampu mengarahkan anak cerdas berprestasi di berbagai bidang, berdasarkan bakat istimewa yang dimilikinya. Tidak hanya di bidang akademik, sejumlah siswa berprestasi hingga tingkat nasional di bidang olahraga, seni, dan lainnya. Sindi termasuk siswa ber-IQ tinggi yang juga bisa berprestasi di olahraga. (Surya Yuli P-72)
Di tingkat Kota Salatiga, dara yang disapa Sindi ini menyabet medali emas untuk cabang kumite perorangan karate kelas +53kg. Kemudian pada O2SN Tingkat Jateng yang berlangsung 9 - 12 Juni lalu, Sindi membuktikan berprestasi terbaik dengan meraih medali emas. Kemudian menjadi utusan Jateng di O2SN Tingkat Nasional pada 15 - 21 Juni di Jakarta.
Di ajang tersebut Sindi meraih medali perak dan mengakui keunggulan atlet tuan rumah. "Ini memacu saya untuk terus berprestasi," kata putra pasangan Eka Vedhayana dan Purwaningtyas yang tinggal di Desa Barukan Tengaran tersebut.
Belajar dan Berlatih
Lepas dari prestasi yang telah diraih, Sindi merupakan siswa yang masuk jajaran cerdas istimewa bakat istimewa (CIBI) di SMA 1. Terlebih jurusan yang dipilihnya adalah IPA yang notabene harus mendapat ekstra pelajaran lebih, baik di sekolah maupun di rumah. Waktunya harus dibagi dengan berlatih di perguruan Dojo Screuder Salatiga pimpinan Munginsidi.
"Saya harus membagi belajar dan berlatih bersama-sama, agar semuanya berprestasi. Dan saya bersyukur bisa melakukan keduanya dengan baik dengan bantuan guru dan pelatih," kata Sindi yang bercita-cita masuk Akademi Kepolisian.
Kepala SMA 1 Salatiga, Dra Wahyu Tri Astuti MPd mengungkapkan, program CIBI yang diterapkan merupakan bukti bahwa sekolah mampu mengarahkan anak cerdas berprestasi di berbagai bidang, berdasarkan bakat istimewa yang dimilikinya. Tidak hanya di bidang akademik, sejumlah siswa berprestasi hingga tingkat nasional di bidang olahraga, seni, dan lainnya. Sindi termasuk siswa ber-IQ tinggi yang juga bisa berprestasi di olahraga. (Surya Yuli P-72)
sumber : http://salatigakota.go.id/InfoBerita.php?id=1025&
Inspiratif sekali
BalasHapusdia aja bisa, berarti kita juga bisa..
BalasHapusWah... keren ya.
BalasHapusChibi-chibi burger !
BalasHapuswah, fans cherebellek ya mb?
BalasHapusKerenn
BalasHapuscoba ada O2SN taekwondo mueheh
BalasHapus